Konfigurasi DNS Server Pada Debian 5

Leave a Comment

Konfigurasi  DNS Server Pada Debian 5

Hay guys pada postingan kali ini admin bakal share tutorial konfigurasi DNS Server di debian...mungkin blog ini masih banyak sekali kekurangannya :D maklum admin juga baru belajar blog..ok kita mulai langsung saja konfigurasinya...

A.PENGERTIAN

DNS adalah sebuah sistem yang menerjemahkan alamat domain (contoh : sahrul-hidayat.com) menjadi IP address.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

untuk menerjemahkan nama-nama host (hostname) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet. DNS Server juga membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail.

C. ALAT DAN BAHAN

1. Seperangkat PC SERVER Yang sudah terinstal OS Debian
2. Seperangkat PC CLIENT yang Sudah terinstal OS Windows xp,7,8,10

D. TAHAP PELAKSANAAN KEGIATAN

1.yup..Pertama Kita  install packet pendukung DNS seperti BIND9, untuk instalasi packetnya anda bisa memasukkan perintah berikut :

#apt-get install bind9


 2. Kemudian kita masuk ke direktorinya Bind dengan memasukkan perintah :

#cd /etc/bind

kemudian masukkan perintah
#ls (untuk melihat list direktory)
Nah disini merupakan packet yang kita install tadi di Bind9 nanti kita akan mengkonfigurasi file nano named.conf.


 4. Kemudian kita konfigurasi file named.conf untuk membuat sebuah domain yang kita inginkan nantinya, masukkan perintah berikut untuk mengkonfigurasi file tersebut :

#nano named.conf


 5. Kemudian tambahkan script di baris yang paling bawah dari isi file named.conf.local yang kita buka ini.

zone "sahrul.net"{  //ini bisa kalian ganti domain sesuai keinginan
       type master;
       file "/etc/bind/db.server"; //digunakan untuk mentranslasikan IP ke Domain
};

zone "43.168.192.in-addr.arpa"{
        type master;
        file "/etc/bind/db.192";  //digunakan untuk mentranslasikan Domain ke IP
};



Jika sudah simpan dengan menekan tombol CTRL+X dan Y.

6. Kemudian kita buat file db.server dan db.192 dengan menggandakan file yang terdapat di dalam paket bind dengen perintah sebagai berikut :

#cp db.local db.server
#cp db.127 dn.192


 7. Kemudian kita buka db.alvin terlebih dahulu dengan memasukkan perintah :

#nano db.server

 8. Ini merupakan tampilan dari file db.server sebelum di konfigurasi dan kemudian konfigurasi isi filenya dengan merubah localhost menjadi domain yang anda buat tadi di file named.conf. dan ubah masukan juga ip address eth0

Sebelum di Konfigurasi

Setelah di Konfigurasi


10. Kemudian kita juga konfigurasi pada file satunya yang kita copy tadi menjadi db.192, masukkan perintah berikut untuk konfigurasi :

#nano db.192


11. Kita konfigurasi hampir sama dengan dengan yang db.server namun disini kita mengisikan domain dan ip terahir dari ip address eth0 seperti gambar dibawah ini :

Sebelum di Konfigurasi
 Sesudah di Konfigurasi


Dan jangan lupa di simpan dengan CTRL+X dengan Y dan Enter

12. Setelah anda konfigurasi silahkan restart dns anda dengan memasukkan perintah :

#/etc/init.d/ bind9 restart
13. Terahir buka windows client kalian masukan ip dns (ip address eth0 yang tadi kita masukan di db.server dan db.192) lalu cek di cmd  dengan perintah

#nslookup www.sahrul.net
#nslookup 192.168.43.17 

 jika hasilnya seperti gambar dibawah ini konfigurasi sudah benar
 

E. KESIMPULAN

Dengan DNS kita bisa menerjemahkan alamat domain (contoh sahrul.net) menjadi IP address. 
.ok jika masih bingung atau mengalami trobel tinggalkan di komentar 

F. REFERENSI
    e-book Debian Server
  

0 komentar:

Post a Comment