Lab 26. Internal BGP Peering (Loopback Interface)

Lab 26. Internal BGP Peering (Loopback Interface)



Assalamualaikum wr.wb

Selamat malam lagi gaes, kali ini saya akan lanjutkan materi BGP nya masih dalam materi iBGP atau belajar peering BGP dalam satu AS yang sama tapi, bedanya kalau dilab ini peering nya kita menggunakan interface loopback bukan interface physical lagi. oke langsung ke lab nya saja.

untuk temen-temen semua yang belom lihat postingan sebelumnya, bisa Klik Disini

Topology

untuk topologinya masih sama sebenernya seperti lab sebelumnya cuman nanti ada penambahan ip loopback baru yang 1 untuk peering dan 1 untuk diadvertise ke router tetangga nya. berikut topology nya


"Catatan : untuk ip loopback pada mikrotik dia terpasang di interface bridge dan tidak ada port physical nya."

Seperti biasanya temen-temen bisa buat topologi ini pada GNS3 dan jika sudah bisa langsung ke tahap konfigurasinya

1. Rubah nama identitas routernya biar gampang saat troubleshooting.


[admin@MikroTik] > system identity set name=R1
[admin@MikroTik] > system identity set name=R2

2. Konfigurasi IP address pada interface yang point-to-point antar router, jika pada topologi diatas saya menggunakan ether1

[admin@R1] > ip address add address=12.12.12.1/24 interface=ether1
[admin@R2] > ip address add address=12.12.12.2/24 interface=ether1

3. Jika sudah maka temen-temen bisa buat interface bridge, buat dua bridge yaitu bridge 1 dan bridge 2, interface bridge ini nantinya akan dianggap sebagai interface loopback pada lab kali ini.



[admin@R1] > interface bridge add name=bridge1
[admin@R1] > interface bridge add name=bridge2
[admin@R1] > ip address add address=1.1.1.1/32 interface=bridge1
[admin@R1] > ip address add address=10.10.10.10/32 interface=bridge2
[admin@R2] > interface bridge add name=bridge1
[admin@R2] > interface bridge add name=bridge2
[admin@R2] > ip address ad address=2.2.2.2/32 interface=bridge1
[admin@R2] > ip address ad address=20.20.20.20/32 interface=bridge2

Maka tampilan pada command line nya jadinya seperti ini :
Tampilan pada R1

Tampilan pada R2
4. Jika ingin melakukan peering antar loopback maka ip yang akan digunakan untuk peering harus bisa diping dulu atau reachable, ip yang saya gunakan untuk peering adalah ip 1.1.1.1/32 dan 2.2.2.2/32, maka gunakan routing apa saja bebas untuk agar kedua ip tersebut bisa diping, disini saya menggunakan static routing.


[admin@R1] > ip route add dst-address=2.2.2.2/32 gateway=12.12.12.2
[admin@R2] > ip route add dst-address=1.1.1.1/32 gateway=12.12.12.1

Pastikan sudah bisa saling ping


Tampilan Pada R1

Tampilan Pada R2
5. Jika sudah aktifkan routing BGP pada R1 dan R2

[admin@R1] > routing bgp instance set default as=100 router-id=1.1.1.1
[admin@R2] > routing bgp instance set default as=100 router-id=2.2.2.2 

6. Konfigurasi peering disemua router baik R1 maupun R2 dengan catatan peering nya via loopback.


[admin@R2] > routing bgp peer add name=peer1 remote-address=1.1.1.1 remote-as=100 update-source=bridge1

[admin@R1] > routing bgp peer add name=peer1 remote-address=2.2.2.2 remote-as=100 update-source=bridge1

Maka tampilan pada command line mikrotiknya seperti ini :




7. Lakukan advertise network pada R1 dan R2, yang diadvertise adalah loopback yang terpasang di bridge2


[admin@R1] > routing bgp network add network=10.10.10.10/32
[admin@R2] > routing bgp network add network=20.20.20.20/32

8. Lakukan verifikasi status BGP ada kedua router pastikan sudah established




9. Lakukan juga verifikasi pada routing table R1 dan R2


[admin@R1] > ip route print
[admin@R2] > ip route print 


 


10. Lakukan verifikasi lagi untuk lebih detailnya dengan perintah


[admin@R1] > ip route print detail where dst-address=20.20.20.20/32
[admin@R2] > ip route print detail where dst-address=10.10.10.10/32



11. Seharusnya jika temen-temen semua hasil verifikasinya sama seperti diatas maka ip loopback pada R1 dan R2 sudah bisa terhubung. lakukan verifikasi ping pada kedua router.




oke berhasil gaes, untuk postingan kali ini saya tutup dulu dengan ucapan Alhamdulilah dan semoga bermanfaat dan postingan ini bernilai ibadah. 

Wassalamualaikum wr.wb

Lab 25. Internal BGP Peering (Physical Interface)

Lab 25. Internal BGP Peering (Physical Interface)



Assalamualaikum wr.wb

Selamat malam gaes, udah lama ndak upload postingan diblog ini ya, dikarenakan sedang sibuk didunia nyata jadi didunia perblog'an sudah agak jarang ke sentuh ya wkwk tapi, insya Allah kedepannya blog ini akan aktif kembali seperti dulu ya, tentunya saya pribadi butuh support dari temen-temen semua yang biasa baca-baca blog saya, untuk selalu memberikan komentar dan saran kepada saya agar lebih baik lagi kedepannnya. oke ya segitu dulu kalimat pembukanya. sekarang kita lanjut ke inti materi oke gass...


Dasar BGP

Oke gini, pada postingan ini saya lebih fokus bahas materi tentang lab ya sebenernya jadi untuk teori mungkin tidak terlalu banyak, nanti kalau ada kendala diteori mungkin bisa  bertanya dikomentar ya, jadi materinya adalah BGP atau kepanjangan dari Border Gateway Protocol salah satu protokol routing yang digunakan diskala jaringan besar, kalau dalam klasifikasi routing itu sendiri ya BGP ini masuk ke dalam EGP Protocol (Exterior Gateway Protocol) yaitu routing yang digunakan untuk komunikasi antar AS (autonomous system number).

BGP menggunakan protocol TCP 179 untuk komunikasi antar routernya jadi, nanti usahakan jangan diblokir ya port tersebut wkwk, dan satu lagi ya biar ndak ngantuk baca nya kalau kita belajar BGP kita tidak akan lepas dari istilah yang namanya AS, nah AS ini kalau direal nya harus buat dulu ke APNIC ya kalau diindonesia bisa ke idnic.


BGP juga terbagi menjadi dua bagian : ada iBGP atau internal BGP yang digunakan untuk menghubungkan satu AS yang sama dan eBGP atau external BGP yang digunakan untuk menghubungkan AS yang berbeda. untuk pada lab kali ini saya akan membahas materi yang iBGP terlebih dahulu.


Lab iBGP Peering (Physical Interface)

oke pada lab ini saya menggunakan GNS3 sebagai simulatornya untuk temen-temen yang belom punya GNS3 bisa download di link ini ya tutorial cara install dan pemakaian GNS3 nya, Klik Disini

untuk topologi pada lab ini seperti ini kira-kira



tentunya untuk memulai lab temen-temen bisa buat topologi dulu pada GNS3 temen2. nantinya tujuan dari lab ini ya ip loopback dari R1 dan R2 bisa saling komunikasi ya atau saling ping.

1. Langkah pertama temen-temen bisa kasih nama dulu pada router mikrotiknya agar memudahkan untuk lab kedepannya.
[admin@MikroTik] > system identity set name=R1
[admin@MikroTik] > system identity set name=R2

2. Konfigurasi IP Address pada port yang saling terhubung antara kedua router, kalau disini saya di ether1.

[admin@R1] > ip address add address=12.12.12.1/24 interface=ether1 
[admin@R2] > ip address add address=12.12.12.2/24 interface=ether1

3. Setelah itu buat satu interface bridge pada setiap router dan berikan ip address pada interface bridge tersebut, nantinya ip yang terpasang diinterface bridge ini akan kita anggap sebagai ip loopback nya.
[admin@R1] > interface bridge add name=bridge1
[admin@R1] > ip address add address=1.1.1.1/32 interface=bridge1 


[admin@R2] > interface bridge add name=bridge1
[admin@R2] > ip address add address=2.2.2.2/32 interface=bridge1

Maka nanti tampilan pada command line mikrotiknya jadinya seperti ini :

Konfigurasi Pada R1
Konfigurasi Pada R2


4. Lalu jika sudah aktifkan Routing BGP pada R1 dan R2 dengan AS 100, konfigurasinya seperti berikut


[admin@R1] > routing bgp instance set default as=100
[admin@R2] > routing bgp instance set default as=100

5. Selanjutnya kita konfigurasikan peering BGP nya ke arah interface physical pada kedua router. berikut konfigurasinya


[admin@R1] > routing bgp peer add name=peer-R2 remote-address=12.12.12.2 remote-as=100
[admin@R2] > routing bgp peer add name=peer-R1 remote-address=12.12.12.1 remote-as=100

6. Oke jika sudah ya, selanjutnya kita akan mengadvertise network loopback ke AS lain, seolah2 loopback ini adalah network dari jaringan internal kita.


[admin@R1] > routing bgp network add network=1.1.1.1/32
[admin@R2] > routing bgp network add network=2.2.2.2/32

Maka nanti tampilan pada command line mikrotiknya jadinya seperti ini :


Konfigurasi Pada R1

Konfigurasi Pada R2
7. Jika sudah selesai semua maka kita cek apakah status BGP nya sudah establish atau belom 


/routing bgp peer print status

Status BGP R1

Status BGP R2
8. Lakukan verifikasi pada table routing R1 dan R2 


[admin@R1] > ip route print
[admin@R2] > ip route print


Table routing pada R1

Table routing Pada R2

9. Lakukan verifikasi pada table routing R1 dan R2 lebih detail untuk menuju ke 1.1.1.1/32 dan 2.2.2.2/32 berikut perintahnya


[admin@R1] > ip route print detail where dst-address=2.2.2.2/32
[admin@R2] > ip route print detail where dst-address=1.1.1.1/32

Tampilan pada R1 
Tampilan pada R2
Jika pada routing table sudah muncul kode flags ADb (Active Dynamic BGP) maka routing bgp sudah berhasil dikonfigurasi. untuk test koneksinya lakukan ping ke sesama ip loopback.


Ping Reply dari R2 ke Loopback R1

Ping Reply dari R1 Ke Loopback R2
Oke konfigurasinya sudah berhasil, semoga postingan ini bisa bermanfaat dan bernilai ibadah, sampai ketemu dipostingan selanjutnya dan selamat malam.

Wassalamualaikum wr.wb

LAB 24 Static Route Load Balancing

LAB 24 Static Route Load Balancing


Assalamualaikum wr.wb

Selamat malam semua, pada malam ini saya akan membahas materi tentang load balance dicisco, sebelumnya kita sudah belajar materi tentang routing dan basic switching, jika belom melihat postingan sebelumnya, maka ada baiknya untuk melihat postingan sebelumnya. oke mari simak lebih lanjut untuk penjelasannya.

Load Balancing

Load Balancing adalah sebuah teknik untuk memanfaatkan dua link koneksi internet. oke yuk langsung saja ke lab nya saja, jika ada yang ingin ditanyakan bisa dikolom komentar ya. :v

Berikut topologi yang akan kita gunakan :


Mulai Ngelab

1. Pertama konfigurasikan ip address pada setiap interface sesuai dengan topologi diatas
R1#conf t
R1(config)#int s0/0
R1(config-if)#ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#exit

R1(config)#int s0/1
R1(config-if)#ip address 13.13.13.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#exit

R1(config)#int f0/0
R1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#exit
R2#conf t
R2(config)#int s0/0
R2(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#exit

R2(config)#int s0/1
R2(config-if)#ip add 13.13.13.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#exit

R2(config)#int f0/0
R2(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#exit

2. Setelah itu konfigurasi ip address pada setiap PC Client sesuai dengan topologi





3. Langkah selanjutnya kalian konfigurasi static route pada setiap routernya baik itu R1 maupun itu R2
R1(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 12.12.12.2
R1(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 13.13.13.2
R2(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 12.12.12.1
R2(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 13.13.13.1

Karena ada dua link seperti pada topologi maka kita buat dua static route juga. yaitu melewati ip 12.12.12.x/24 dan 13.13.13.x/24

4. Lakukan verifikasi table routing pada setiap router




Terlihat bahwa pada table routing sudah ada dua link yaitu link yang melalui ip 12.12.12.x dan link yang melalui 13.13.13.x. 

5. Terakhir coba lakukan traceroute untuk mengetest apakah load balancing ini sudah berjalan.




Terlihat bahwa kedua link tersebut digunakan secara bersamaan, maka konfigurasi load balancing static route sudah berhasil. mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan semoga bisa bermanfaat, dan semoga postingan ini bernilai ibadah.

Wassalamualaikum wr.wb

LAB 23 Konfigurasi Default Route

LAB 23 Konfigurasi Default Route


Assalamualaikum wr.wb

Halo semua, kali ini saya akan melanjutkan materi routing yang sudah saya bahas dipostingan-postingan sebelumnya, pada postingan sebelumnya saya membahas materi tentang named static route yang digunakan untuk mendeskripsikan jalur routing. dan pada postingan kali ini saya akan membahas tentang default route pada cisco tentunya. mari simak lebih lanjut

Default Route

Default Route digunakan ketika kita tidak mengetahui ip destination (tujuan) biasanya digunakan untuk melakukan routing ke internet. jadi seolah-olah semua rute akan dianggap cocok dengan ip tujuan.

Oke lanjut, berikut topologi yang akan kita gunakan :


Mulai Ngelab

1. Pertama konfigurasikan ip address pada masing-masing interface sesuai topologi diatas 

R1(config)#int f0/0
R1(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#exit

R1(config)#int f0/1
R1(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#exit
R2(config)#int f0/0
R2(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#exit

R2(config)#int f0/1
R2(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#exit

2. Kemudian isi IP Address pada masing-masing laptop client



3. Kemudian lakukan konfigurasi default route pada setiap routernya
R1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 12.12.12.2

R2(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 12.12.12.1

4. Lakukan verifikasi table routing pada setiap route apakah sudah ada rute komunikasi dengan client yang berada di R1 atau R2



Terlihat diatas, baik R1 dan R2 mereka sudah memiliki table routing untuk melakukan komunikasi antar client

Bisa juga dengan menggunakan show ip route static (untuk melihatkan table routing static)


5. Terakhir coba lakukan ping dari laptop 1 ke laptop 2 atau sebaliknya


Oke success, sekarang laptop 1 yang berada di R1 dan laptop 2 yang berada di R2 sudah bisa saling berkomunikasi. mungkin itu saja postingan kali ini, semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua. dan semoga postingan ini bernilai ibadah.

Wassalamualaikum wr.wb

LAB 22 Named Static Route

LAB 22 Named Static Route


Assalamualaikum wr.wb

Selamat sore semuanya, hari ini saya akan melanjutkan lab-lab berikutnya tentang cisco, setelah kemaren kita sudah mempelajari konsep dasar dan basic konfigurasi dari setiap routing maka pada lab-lab selanjutnya saya akan sedikit berbagi materi yang masih menyangkut dengan materi routing static, ospf, eigrp dan lain-lain, tetapi dengan fungsi dan metode yang berbeda. oke untuk lebih lanjutnya mari simak lebih lanjut.

Lihat juga postingan sebelumnya :


Named Static Route

Named static route ini berfungsi ketika kita ingin mendeskripsikan jalur routing. hampir sama seperti kita mendeskripsikan interface. metode ini tidak support di cisco packet tracer maka saya membuat tutorial ini dengan GNS3. jika ada yang belum paham untuk memakai GNS3 bisa download panduannya disini

Oke lanjut ke lab nya berikut topologi yang akan kita gunakan :


Mulai Ngelab

1. Pertama konfigurasi ip address pada masing-masing interface sesuai ditopologi
R1(config)#interface f0/0
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
R1(config-if)#exit

R1(config)#int f0/1
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)#exit
R2(config)#int f0/0
R2(config-if)#ip address 12.12.12.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#exit

R2(config)#int f0/1
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
R2(config-if)#exit

2. Kedua konfigurasi ip address pada setiap VPCS nya sesuai topologi

PC-1


PC-2


3. Ketiga konfigurasi static route pada setiap route
R1(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 12.12.12.2 name Melewati-R2

R2(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 12.12.12.1 name Melewati-R1

Terlihat bahwa pada konfigurasi static route dengan named ini ada sedikit tambahan command dibaris akhirnya yang mendeskripsikan jalur atau rute untuk mencapai ke tujuannya.

4. Keempat, cek table routing pada router



Terlihat bahwa R1 dan R2 masing-masing sudah memiliki jalan untuk melakukan komunikasi antar clientnya.

5. Kelima Verfikasi pada setiap PC, pastikan dapat saling ping


Oke success, PC-1 dengan PC-2 sudah dapat saling berkomunikasi. mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, dan semoga bermanfaat. semoga postingan ini bernilai ibadah.

Wassalamualaikum wr.wb