Lab 25. Internal BGP Peering (Physical Interface)

Leave a Comment
Lab 25. Internal BGP Peering (Physical Interface)



Assalamualaikum wr.wb

Selamat malam gaes, udah lama ndak upload postingan diblog ini ya, dikarenakan sedang sibuk didunia nyata jadi didunia perblog'an sudah agak jarang ke sentuh ya wkwk tapi, insya Allah kedepannya blog ini akan aktif kembali seperti dulu ya, tentunya saya pribadi butuh support dari temen-temen semua yang biasa baca-baca blog saya, untuk selalu memberikan komentar dan saran kepada saya agar lebih baik lagi kedepannnya. oke ya segitu dulu kalimat pembukanya. sekarang kita lanjut ke inti materi oke gass...


Dasar BGP

Oke gini, pada postingan ini saya lebih fokus bahas materi tentang lab ya sebenernya jadi untuk teori mungkin tidak terlalu banyak, nanti kalau ada kendala diteori mungkin bisa  bertanya dikomentar ya, jadi materinya adalah BGP atau kepanjangan dari Border Gateway Protocol salah satu protokol routing yang digunakan diskala jaringan besar, kalau dalam klasifikasi routing itu sendiri ya BGP ini masuk ke dalam EGP Protocol (Exterior Gateway Protocol) yaitu routing yang digunakan untuk komunikasi antar AS (autonomous system number).

BGP menggunakan protocol TCP 179 untuk komunikasi antar routernya jadi, nanti usahakan jangan diblokir ya port tersebut wkwk, dan satu lagi ya biar ndak ngantuk baca nya kalau kita belajar BGP kita tidak akan lepas dari istilah yang namanya AS, nah AS ini kalau direal nya harus buat dulu ke APNIC ya kalau diindonesia bisa ke idnic.


BGP juga terbagi menjadi dua bagian : ada iBGP atau internal BGP yang digunakan untuk menghubungkan satu AS yang sama dan eBGP atau external BGP yang digunakan untuk menghubungkan AS yang berbeda. untuk pada lab kali ini saya akan membahas materi yang iBGP terlebih dahulu.


Lab iBGP Peering (Physical Interface)

oke pada lab ini saya menggunakan GNS3 sebagai simulatornya untuk temen-temen yang belom punya GNS3 bisa download di link ini ya tutorial cara install dan pemakaian GNS3 nya, Klik Disini

untuk topologi pada lab ini seperti ini kira-kira



tentunya untuk memulai lab temen-temen bisa buat topologi dulu pada GNS3 temen2. nantinya tujuan dari lab ini ya ip loopback dari R1 dan R2 bisa saling komunikasi ya atau saling ping.

1. Langkah pertama temen-temen bisa kasih nama dulu pada router mikrotiknya agar memudahkan untuk lab kedepannya.
[admin@MikroTik] > system identity set name=R1
[admin@MikroTik] > system identity set name=R2

2. Konfigurasi IP Address pada port yang saling terhubung antara kedua router, kalau disini saya di ether1.

[admin@R1] > ip address add address=12.12.12.1/24 interface=ether1 
[admin@R2] > ip address add address=12.12.12.2/24 interface=ether1

3. Setelah itu buat satu interface bridge pada setiap router dan berikan ip address pada interface bridge tersebut, nantinya ip yang terpasang diinterface bridge ini akan kita anggap sebagai ip loopback nya.
[admin@R1] > interface bridge add name=bridge1
[admin@R1] > ip address add address=1.1.1.1/32 interface=bridge1 


[admin@R2] > interface bridge add name=bridge1
[admin@R2] > ip address add address=2.2.2.2/32 interface=bridge1

Maka nanti tampilan pada command line mikrotiknya jadinya seperti ini :

Konfigurasi Pada R1
Konfigurasi Pada R2


4. Lalu jika sudah aktifkan Routing BGP pada R1 dan R2 dengan AS 100, konfigurasinya seperti berikut


[admin@R1] > routing bgp instance set default as=100
[admin@R2] > routing bgp instance set default as=100

5. Selanjutnya kita konfigurasikan peering BGP nya ke arah interface physical pada kedua router. berikut konfigurasinya


[admin@R1] > routing bgp peer add name=peer-R2 remote-address=12.12.12.2 remote-as=100
[admin@R2] > routing bgp peer add name=peer-R1 remote-address=12.12.12.1 remote-as=100

6. Oke jika sudah ya, selanjutnya kita akan mengadvertise network loopback ke AS lain, seolah2 loopback ini adalah network dari jaringan internal kita.


[admin@R1] > routing bgp network add network=1.1.1.1/32
[admin@R2] > routing bgp network add network=2.2.2.2/32

Maka nanti tampilan pada command line mikrotiknya jadinya seperti ini :


Konfigurasi Pada R1

Konfigurasi Pada R2
7. Jika sudah selesai semua maka kita cek apakah status BGP nya sudah establish atau belom 


/routing bgp peer print status

Status BGP R1

Status BGP R2
8. Lakukan verifikasi pada table routing R1 dan R2 


[admin@R1] > ip route print
[admin@R2] > ip route print


Table routing pada R1

Table routing Pada R2

9. Lakukan verifikasi pada table routing R1 dan R2 lebih detail untuk menuju ke 1.1.1.1/32 dan 2.2.2.2/32 berikut perintahnya


[admin@R1] > ip route print detail where dst-address=2.2.2.2/32
[admin@R2] > ip route print detail where dst-address=1.1.1.1/32

Tampilan pada R1 
Tampilan pada R2
Jika pada routing table sudah muncul kode flags ADb (Active Dynamic BGP) maka routing bgp sudah berhasil dikonfigurasi. untuk test koneksinya lakukan ping ke sesama ip loopback.


Ping Reply dari R2 ke Loopback R1

Ping Reply dari R1 Ke Loopback R2
Oke konfigurasinya sudah berhasil, semoga postingan ini bisa bermanfaat dan bernilai ibadah, sampai ketemu dipostingan selanjutnya dan selamat malam.

Wassalamualaikum wr.wb

0 komentar:

Post a Comment